Luis Suarez Menyangkal Tuduhan Pelecehan Rasial Terhadap Patrice Evra


  • Hobby Bola 88 - Salah satu lembaran buruk dalam karier Luis Suarez adalah kasus pelecahan rasial yang melibatkan Patrice Evra. Meski demikian Suarez sampai saat ini masih tak terima dengan tuduhan tersebut.

  • Selama kariernya, Suarez sudah dikenal sebagai salah satu pemain kelas dunia dengan aksi-aksinya di atas lapangan. Namun tak cuma sisi positif yang terlihat dari Suarez karena ada juga sisi negatif yang secara bersamaan mengiringi.

  • Contoh saja kasus gigitannya pada pemain PSV Eindhoven Otman Bakkal sebelum ia akhirnya pindah ke Liverpool dari Ajax Amsterdam pada Januari 2011.

  • Lalu puncaknya adalah saat ia berseragam The Reds di mana tiga kasus besar dilakukannya dan sampai menghebohkan jagad sepakbola.

  • Pertama adalah ia dituduh mengeluarkan kata-kata yang berbau pelecahan rasial kepada Evra saat Liverpool bertemu Manchester United di tahun 2011. Aksi itu berujung sanksi 8 pertandingan plus denda besar.

  • Kedua adalah saat dia mengigit Branislav Ivanovic pada akhir musim 2012/2013 dan membuatnya dilarang bermain selama 10 laga. Terakhir yang masih segar di ingatan adalah kala dia mengigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014 dan membuatnya dilarang bermain di laga kompetitif selama 4 bulan.

  • Atas semua kesalahan yang dilakukan Suarez memang mengaku salah dan sudah meminta maaf. Namun satu hal yang dia sesali adalah soal tuduhan pelecehan rasial yang dituduhkan Evra pada dirinya.

  • Disebut saat itu tidak ada bukti otentik yang memang mengarahkan Suarez sebagai pelaku rasisme tersebut.

  • "Ketika saya meminta maaf itu karena memang saya menyesali sesuatu. Merasa bersalah itu berarti saya menyesal. Tapi mereka terkadang menghakimi saya atas hal-hal yang tidak benar adanya, seperti dugaan pelecehan rasial," ujar Suarez dalam wawancara di situs resmi Barcelona.

  • "Saya dituduh tanpa bukti yang jelas dan itu sangat saya sesali. Hal-hal yang lain memang saya akui itu salah saya. Saya menerimanya dan meminta maaf sebesar-besarnya, tapi soal pelecahan rasial, ketika saya dituduh tanpa bukti, itu membuat saya kecewa," sambungnya.

  • "Sangat bagus jika Anda mengaku bahwa Anda sudah melakukan kesalahan dan itu yang saya lakukan. Saya memikirkan itu (akhir musim panas lalu) karena Anda harus ingat bahwa saya hanyalah manusia dan terkadang sulit menghadapi kenyataan. Saya pun begitu dan sadar akan apa yang telah saya lakukan."

  • "Hari-hari itu ingin saya lupakan. Saya hanya ingin bersama istri dan anak-anak, yang selalu mendukung saya saat itu. Saya tidak ingin mendengarkan atau berbicara kepada siapapun. Saya tidak mau menerimanya," demikian dia.

Comments

Popular posts from this blog

Presiden Inter Milan, Massimo Moratti Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Terry: Chelsea Main Lebih Menyerang dan Bertahan dengan Solid

Sir Alex Ferguson di Anggap Turut Bertanggung Jawab, Saat Manchester United Berpenampilan Buruk Musim Lalu