Para Pemain Tim Indonesia di Homeless World Cup 2014 Sangat Bersukacita Dengan Hasil Kemenagannya
- Hobby Bola 88 - Berbeda dari hari sebelumnya, rona sukacita kali ini menghiasi wajah para pemain tim Indonesia di Homeless World Cup 2014 di Santiago, Chile.
- Jika pada hari Minggu (19/10) kalah adu penalti, kali ini anak-anak 'Merah Putih' berhasil meraih kemenangan dalam dua laga yang dijalaninya, Senin (20/10/2014) waktu lokal atau Selasa (21/10) dinihari WIB.
- Nuansa kegamangan satu hari sebelumnya, saat kalah adu penalti dari Hongaria, seperti sirna seketika di hari kedua. Para pemain Indonesia di bawah arahan Pelatih Bonsu Hasibuan tampil lebih percaya diri dan melakukan persiapan lebih baik sebelum menghadapi Skotlandia dan Norwegia secara berurutan.
- Kembali diiringi kehadiran staf Kemenpora dari Jakarta sebagai penonton setia di tribun penonton dengan kibaran bendera Merah Putih-nya, tim Indonesia yang mengenakan seragam merah sudah langsung berhasil membuat gol cepat ke gawang Skotlandia berkat aksi Akhmad Fauzi. Kapten tim Swananda Pradika pun kemudian menambah keunggulan tak lama berselang.
- Di bawah teriknya sengatan matahari Santiago pukul 14.00 WIB, peluh para penggawa 'Garuda' dari kalangan yang termarjinalkan ini terus bercucuran. Derap kaki mereka di atas lapangan rumput buatan warna hitam itu juga tampak kian perlahan. Sementara di tepi lapangan berulang-kali Coach Bonsu memberi intruksi dengan suara lantang agar para pemainnya tidak lengah. Dengan sigap ia juga terus-menerus melakukan rotasi agar pemainnya tak terlalu lelah.
- Waktu terus berjalan, Skotlandia yang sudah mengikis ketinggalannya dari Indonesia sempat coba menekan. Tetapi sampai peluit akhir berbunyi, keunggulan tetap jadi milik Indonesia dengan skor 7-5. Seraya bersalaman dengan para pemain lawan, raut muka gembira pun terpancar jelas dari Nanda cs. Inilah kemenangan pertama mereka di HWC 2014, setelah satu hari sebelumnya kalah adu penalti.
- "Tadi menegangkan sekali di bagian akhir. Deg-degan juga, euy," ucap Manajer tim Febby Arhemsyah dengan wajah sumringah.
- "Kalian kali ini tampil lebih semangat, lebih terlihat senang," tutur Coach Bonsu kepada para pemainnya dalam sesi review yang dilakukan usai pertandingan.
- Pekerjaan hari ini memang belum selesai begitu saja karena laga kedua sudah menanti pada sore hari. Tetapi, sebelum itu para pemain bisa bersantai sejenak sambil santap siang.
- Ketika tengah mengantre makanan, euforia kemenangan masih lekat mengiringi perjalanan para pemain yang terlihat asyik bersenda gurau, terkadang dibumbui rayuan-rayuan gombal, dengan para pemain dari tim putri Argentina. Ledakan suara tawa dan juga suara-suara cekikikan kecil setia hadir di sela-sela percakapan singkat mereka.
- Sebagai simbol kebersamaan, di akhir percakapan pun Nanda menukar ban kaptennya yang berwana biru dengan ban kapten hijau stabilo dari kapten tim putri Argentina.
- Setelah puas bercanda ria dengan kaum hawa dari Negeri Tango dan menandaskan menu makan siang, para pemain Indonesia tak punya waktu terlalu lama untuk bersantai. Pada pukul 16.50 waktu setempat sudah ada laga kontra Norwegia yang mesti dijalani.
- Dengan waktu yang lebih sedikit, waktu pemanasan pun tidak dilakukan sebanyak seperti menghadapi laga sebelumnya. Toh, kondisi fisik pemain saat ini pun sudah lebih "panas", selain karena sudah turun bermain sebelumnya juga akibat aksi jalan kaki menuju tempat makan siang yang mesti dilakukan bolak-balik.
- Sampai akhirnya pertandingan lawan Norwegia dimulai. Dengan Fauzi, Nanda, Pace, dan Tommi Hartono sebagai starter, Indonesia langsung pegang kendali serangan, dan dengan cepat memimpin tiga gol tanpa balas. Rotasi demi rotasi terus dilakukan Coach Bonsu sepanjang pertandingan dengan memunculkan Midjuli Santoso, Yudi Ramanda, Soni Nasirwan, dan Rizal "Ateng" Sepuloh sesuai situasi.
- Pada akhirnya kemenangan kembali dipetik, juga dengan skor 7-5. Tak ayal, kegembiraan tim Indonesia hari ini seperti kian lengkap saja. Hal itu pun diungkapkan dengan adegan sujud syukur di atas lapangan permainan segera setelah tuntasnya laga.
- Dengan dua kemenangan dalam satu hari ini, senyum para pemain Indonesia pun terlihat lebih lebar dibandingkan dengan usai laga perdana sehari sebelumnya. Di luar lapangan tak lama setelah pertandingan, para pemain 'Merah Putih' sempat bernyanyi-nyanyi bersama dengan para pemain Bosnia.
- Setelah itu, para pemain juga asyik bernyanyi dan berjoget dengan para pemain dari Yunani setelah santap malam. Para pemain Yunani bahkan dengan senang hati juga mengubah chant yang mereka nyanyikan, dari semula menyemangati timnya sendiri menjadi lirik "Vamos, Indonesia!"--yang artinya kira-kira "Ayo, Indonesia!". Hal itu tentu kian membuat gembira para pemain Indonesia.
- Dua kemenangan di hari Senin ini sendiri membuat Indonesia kini mengoleksi 7 poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan penalti, untuk menempati posisi dua Grup B HWC 2014, cuma kalah dari Hongaria yang bertengger di puncak klasemen dengan raihan 8 poin.
- Turnamen HWC adalah pesta sepakbola antarnegara untuk kalangan termarjinalkan, dengan Indonesia mengusung isu ODHA (pengidap virus HIV/AIDS), mantan pemakai narkoba, dan kalangan miskin kota. Ajang ini bukan semata membuat para pesertanya memburu piala, tapi juga mengejar modal positif agar mereka bisa menjadi "juara" dalam kehidupannya usai kembali ke negara masing-masing. Tahun ini HWC melibatkan 54 tim, putra dan putri, dari 42 negara.

Comments
Post a Comment