Punya Potensi Tapi Akhirnya Gagal, di Nilai Akibat Salah Urus Manajemen Yang Menjadi Penyebab Kegagalan Timnas U-19
- Hobby Bola 88 - Punya potensi, sempat menjanjikan, tapi akhirnya gagal. Itulah gambaran timnas Indonesia U-19 sekarang. Kalau pun mereka gagal memenuhi ekspektasi, hal itu dinilai akibat salah urus oleh pihak manajemen.
- Setelah menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu dan lolos dari kualifikasi Piala Asia U-19, timnas U-19 menjalani training camp (TC) jangka panjang. Di tengah-tengah training camp itu, mereka tampil dalam tur nusantara (jilid satu dan dua), tur Timur Tengah, dan terakhir tur ke Spanyol.
- Namun, dengan persiapan sekitar satu tahun, timnas U-19 nyatanya tak mampu bicara banyak di kompetisi yang sebenarnya: Piala Asia U-19 2014 di Myanmar. Tim asuhan Indra Sjafri itu mentok di babak penyisihan grup. Mereka dipastikan tersisih usai dikalahkan Uzbekistan 1-3 dan Australia 0-1. Padahal, target awalnya adalah lolos ke semifinal dan mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015.
- Pilihan TC jangka panjang untuk timnas U-19 dinilai sudah tepat. Tapi, agenda timnas U-19 selama TC itu yang mendapatkan kritik dari mantan pesepakbola nasional, Ferril Raymond Hattu.
- Menurut Ferril, timnas U-19 harusnya fokus mencari lawan-lawan ujicoba yang lebih tangguh demi meningkatkan kemampuan. Dia menyebut tur nusantara 1 dan 2 hanya buang-buang waktu.
- "TC jangka panjang sudah benar karena kompetisi di Indonesia tidak bisa diharapkan. Bagaimana bisa muncul pemain bagus kalau kompetisinya begitu?" kata Ferril dalam wawancara via telepon dengandetikSport, Minggu (12/10/2014) malam.
- "Tur nusantara itu tidak ada gunanya. Untuk apa kita melawan tim-tim yang kualitasnya ada di bawah kita? Kecuali Anda adalah tim kelas dunia dan sudah tidak ada lagi tim di atas Anda," sambungnya.
- "Menurut saya, harusnya mencari lawan ujicoba itu yang kualitasnya di atas kita. Kalah 0-6 atau 0-3 bukan masalah, agar kita tahu sakitnya kalah. Ini penting untuk mengasah mental," ujar Ferril, yang menjadi kapten tim saat Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991.
- Atas kegagalan ini, lanjut Ferril, yang paling bertanggung jawab adalah pihak manajemen dalam hal ini pengurus PSSI. Dia yakin timnas U-19 bisa bicara lebih banyak andai diurus dengan benar, serius, dan profesional.
- "Tim ini diurus dengan manajemen warteg, sementara lawan sudah pakai manajemen supermarket dan hypermarket. Bagaimana mau berprestasi? Bisanya ya lawan yang kecil-kecil," katanya.
- "Jangan salahkan pemain. Mereka sudah berusaha. Selama manajemennya begitu-begitu saja ya tidak bisa diharapkan," tutur Ferril.

Comments
Post a Comment