Tim Street Soccer Homeless World Cup Indonesia, Misi Membela Negara
- Hobby bola 88 - Setelah perjalanan panjang melewati proses seleksi dan juga adanya kendala dana, delapan pemain dalam tim yang akan mewakili Indonesia di Homeless World Cup (HWC) 2014 bersiap memulai misi bela negara di Santiago, Chile, pada 19-26 Oktober mendatang.
- Tim yang dimanajeri oleh Febby Arhemsyah tersebut rencananya bakal bertolak dari Bandung ke Jakarta, Kamis (16/10/2014) sore besok. Sebelum itu mereka akan dilepas oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil di Balaikota Bandung. Dari Jakarta, tim akan berangkat menuju Santiago, Chile, pada hari Jumat (17/10) lepas tengah malam WIB.
- Berikutnya 'Merah Putih' pun akan diusung oleh delapan pemain yang lolos dari proses seleksi sedari bulan Juli itu dalam turnamen street soccer Homeless World Cup, ajang Piala Dunia untuk orang-orang termarjinalkan, yang tahun ini melibatkan 64 negara dan total 500 pemain. Targetnya bukan saja memoles raihan terbaik sejauh ini--posisi empat--tapi bahkan jadi juara.
- "Realistisnya tiga besar, tapi (Pelatih) Bonsu (Hasibuan) inginnya jadi juara," tegas Febby dalam percakapan dengan detikSport.
- Keikutsertaan kali ini merupakan yang ketiga berturut-turut untuk Indonesia di HWC--setelah gagal ikut serta tahun 2010 karena ketiadaan dukungan dana. Pada keikutsertaan perdana di Paris, Prancis, tahun 2011 tim 'Merah Putih' menempati posisi enam dari 48 tim. Setahun setelah itu prestasi terbaik dicatatkan di Mexico City, Meksiko, dengan finis di posisi empat setelah kalah dari Brasil di semifinal. Sementara di Poznan, Polandia, tahun lalu ada penurunan posisi akhir dengan berada di posisi delapan setelah kalah adu penalti dari Rumania dalam perebutan posisi tujuh dan delapan.
- Untuk delapan pemain yang berkompetisi nanti keikutsertaan di hajatan pesta sepakbola multi negara, yang tak ubahnya membuat ajang HWC jadi semacam Piala Dunia mini, itu juga menjadi kesempatan sekali seumur hidup. Pemain yang sudah pernah tampil tidak lagi bisa turun bermain di tahun berikutnya terkecuali ia menjadi pelatih atau manajer. Faktor itu diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menambah semangat delapan penggawa Indonesia saat memeras keringat dan bersimbah peluh di atas lapangan, mengingat nanti mereka juga ikut mengusung 'Merah Putih' dan berusaha mengharumkan nama bangsa--sebuah peluang yang juga tidak sering-sering didapatkan seseorang.
- "Insya Allah tim sudah siap," seru Febby seraya menambahkan prediksinya akan turnamen nanti, "Kalau dari pengalaman, yang sulit dihadapi itu tim-tim Amerika Latin."
- Sejatinya tujuan utama tim yang membawa isu HIV/AIDS, mantan pecandu narkoba, dan warga miskin kota, itu bukan semata-mata gelar juara, melainkan bagaimana para pemainnya bisa membawa pulang bekal positif yang mereka dapatkan dalam proses perjalanannya di HWC. Tapi di saat yang sama tentu saja itu juga bertalian erat dengan tekad dan semangat yang mesti dimiliki dalam usaha memburu kemenangan demi kemenangan. Maka jadilah semangat perubahan itu niscaya akan melengkapi target mengejar prestasi di gelaran kali ini.

Comments
Post a Comment